Analisis struktur kayu adalah proses evaluasi komponen atau sistem bangunan yang terbuat dari
kayu untuk memastikan keamanan, kekuatan, kekakuan, dan
stabilitasnya dalam menahan berbagai beban yang bekerja. Proses ini sangat penting karena kayu merupakan bahan yang
bersifat ortotropik, yang berarti sifat mekanik dan fisiknya (seperti kuat tarik, desak,
dan lentur) berbeda secara signifikan tergantung pada arah seratnya
(longitudinal, radial, dan tangensial).
Analisis struktur kayu didasarkan pada prinsip-prinsip mekanika
rekayasa dan mengacu pada standar serta peraturan yang berlaku,
seperti SNI 7973:2013 di Indonesia.
Aspek Utama Analisis Struktur Kayu
Analisis struktur kayu melibatkan beberapa tahapan dan pertimbangan
penting:
-
Identifikasi Material:
- Jenis Kayu: Menentukan jenis kayu yang digunakan (misalnya Jati, Meranti, Ulin, dll.) karena setiap jenis memiliki kelas kuat dan sifat yang berbeda.
- Kualitas Kayu: Memeriksa adanya cacat kayu seperti mata kayu, retak, atau pelapukan akibat jamur dan rayap yang dapat menurunkan kekuatannya.
- Kadar Air: Kadar air sangat memengaruhi sifat fisik dan mekanik kayu. Analisis harus mempertimbangkan kondisi kadar air aktual di lapangan.
-
Pembebanan:
- Menghitung beban mati (berat sendiri struktur), beban hidup (penghuni dan perabot), serta beban lingkungan (angin, gempa bumi) yang akan ditanggung oleh struktur kayu.
-
Perhitungan dan Pemodelan Struktur:
- Menggunakan prinsip-prinsip analisis struktur untuk menghitung gaya dalam (gaya aksial, geser, momen lentur) yang timbul pada setiap komponen struktur (balok, kolom, kuda-kuda) akibat beban yang bekerja.
- Perangkat lunak khusus analisis struktur kayu sering digunakan untuk pemodelan dan perhitungan yang lebih kompleks.
-
Desain Komponen dan Sambungan:
- Memverifikasi bahwa setiap komponen kayu mampu menahan gaya dalam yang dihitung berdasarkan kekuatan izin atau kekuatan terkoreksi sesuai standar desain (misalnya metode LRFD pada SNI 7973:2013).
- Sambungan (paku, baut, pelat konektor metal) juga harus dirancang dengan cermat karena sering menjadi titik kritis dalam struktur kayu.
-
Evaluasi Kondisi Eksisting (jika ada):
- Untuk struktur kayu yang sudah berdiri, evaluasi dapat melibatkan pengujian non-destruktif (NDT) seperti menggunakan kecepatan perambatan gelombang suara untuk memperkirakan modulus elastisitas dinamis dan mendeteksi kerusakan internal.
Standar Acuan di Indonesia
Di Indonesia, analisis dan desain struktur kayu umumnya mengacu
pada SNI 7973:2013: Spesifikasi Desain untuk Konstruksi Kayu. Peraturan ini memberikan panduan mengenai faktor koreksi desain,
data mekanis kayu Indonesia, dan persyaratan untuk memastikan keamanan
struktur.




